Pendapat Bahwa Bintang Merupakan Karena Turunnya Hujan

Pendapat Bahwa Bintang Adalah Karena Turunnya Hujan

Salah satu keyakinan masyarakat jahiliyyah yakni pendapat mereka bahwa bintang ragam tertentu ialah sebab turunnya hujan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَرْبَعٌ فِى أُمَّتِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِى الأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالاِسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ

“Empat perkara yang ada pada umatku yang merupakan karakteristik jahiliyyah, mereka tak meninggalkannya, (ialah) berbangga diri dengan keturunan, mencela nasab, mengaitkan bintang sebagai sebab turunnya hujan dan meratapi orang yang meninggal dunia” (HR. Muslim, no. 2203).Anggapan Bahwa Bintang Adalah Sebab Turunnya Hujan.

Anggapan Bahwa Bintang Ialah Sebab Turunnya Hujan

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

خِلاَلٌ مِنْ خِلاَلِ الْجَاهِلِيَّةِ الطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالنِّيَاحَةُ، وَنَسِىَ الثَّالِثَةَ، قَالَ سُفْيَانُ وَيَقُولُونَ إِنَّهَا الاِسْتِسْقَاءُ بِالأَنْوَاءِ

“Di antara ciri khas masyarakat jahiliyyah merupakan mencela nasab dan meratapi mayit.” (Perawi lupa kepada ciri khas yang ketiga). Sufyan berkata, “Mereka (para perawi) mengatakan, yang ketiga merupakan menghubungkan turunnya hujan dengan bintang-bintang” (HR. Bukhari, no. 3850).

Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah menerangkan bahwa keyakinan seperti ini tidak terlepas dari dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama, ia meyakini bahwa bintang tersebut mempunyai imbas dengan sendirinya (tanpa takdir Allah Ta’ala) dalam turunnya hujan. Maka ini merupakan kesyirikan (syirik akbar) dan kekafiran. Inilah keyakinan orang-orang musyrik jahiliyyah, sebagaimana keyakinan mereka bahwa berdoa kepada orang mati yakni sebab datangnya manfaat atau karena hilangnya mara bahaya.

Kemungkinan kedua, dia tetap meyakini bahwa yang mempertimbangkan turunnya hujan tersebut ialah Allah Ta’ala, akan tapi ia mengaitkan antara turunnya hujan hal yang demikian dengan bintang-bintang tertentu. Maka hal ini adalah syirik ashghar (syirik kecil), karena ia telah menisbatkan (mengkaitkan) sesuatu yang adalah takdir Allah Ta’ala kepada makhluk-Nya yang tak memiliki tenaga apa-apa (Fathul Majiid, 2/539-540).

Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

هَلْ تَدرُوْنَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟ قَالُوْا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: قَالَ: أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِيْ مُؤْمِنٌ بِيْ وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ، فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِيْ كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا، فَذَلِكَ كَافِرٌ بِيْ مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

“Tahukah kau, apakah yang difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka (para teman) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengenal.” Beliau bahkan bersabda, “Dia berfirman, ‘Pagi ini di antara hamba-hamba-Ku ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang mengatakan, ‘Hujan turun terhadap kita berkat karunia Allah dan rahmat-Nya, maka ia beriman terhadap-Ku dan kafir kepada bintang, sedangkan orang-orang yang mengatakan, ‘Hujan turun kepada kita karena bintang ini atau bintang itu, karenanya dia kafir kepada-Ku dan beriman terhadap bintang’” (HR. Bukhari, no. 1038).Pendapat Bahwa Bintang Merupakan Sebab Turunnya Hujan.

Anggapan Bahwa Bintang Yaitu Karena Turunnya Hujan

Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah berkata ketika menjelaskan hadits tersebut,

”Seandainya ia meyakini bahwa bintang mempunyai akibat dalam turunnya hujan, maka ini yakni kekafiran, karena keyakinan seperti itu merupakan syirik dalam rububiyyah-Nya. Seorang musyrik statusnya ialah kafir. Tetapi jika dia tidak meyakini yang demikian, maka hal itu termasuk syirik ashghar, sebab termasuk menisbatkan (mengaitkan) nikmat Allah kepada selain-Nya. Padahal Allah Ta’ala tidaklah menjadikan bintang sebagai karena turunnya hujan. Turunnya hujan hanyalah sebab anugerah dari Allah dan rahmat-Nya. Dapat saja Allah membendung hujan itu apabila Dia menghendaki dan menurunkan hujan itu kalau Ia menghendaki” (Fathul Majiid, 2/543).

Dari penjelasan beliau rahimahullah di atas, kita dapat mengambil resume bahwa menghasilkan sesuatu sebagai sebab, walaupun Allah Ta’ala tidaklah menjadikan sesuatu hal yang demikian sebagai karena, adalah perbuatan syirik ashghar. Dalam kasus ini, masyarakat jahiliyyah memiliki keyakinan bahwa bintang merupakan karena turunnya hujan. Walaupun anggapan itu hanyalah khayalan belaka, sebab pada hakikatnya, bintang bukanlah karena turunnya hujan, bagus secara syar’i (dalil syariat) maupun qadari (fakta atau penelitian ilmiah).

Bantu penulis dengan share: